
| November 2008 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
|   |   |   |   |   |   | 1 |
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||

Selasa, 27 Mei 2008
Tewas Tersayat Benang
Leher Terluka Sepanjang 40 Cm
MALANG - Jangan remehkan benang layang-layang. Sebab, hanya gara-gara benang itu Minggu (25/5) pukul 17.30, Septian Eko Hadi Noto, warga Jl Ponorogo, Desa Uteran Kecamatan Beber, Kabupaten Madiun, tewas mengenaskan.
Lelaki 22 tahun ini lehernya tersayat benang layang-layang putus di Jl Bandung Desa Karangkates, Sumberpucung. Eko pun tewas dengan luka sayat 40 cm dengan kedalaman 7 cm.
Peristiwa naas itu sempat menggemparkan warga sekitar. Saat itu, kondisi jalan mulai gelap dan sepi. Sebagian besar warga sudah berada di dalam rumah menunggu Salat Maghrib. Di saat itulah, warga mendengar suara kendaraan terjatuh di tengah jalan.
Warga pun keluar rumah. Mereka melihat kendaraan Honda Supra Fit AE 6015 ED berada di tengah jalan berikut pengendarannya. Diduga saat berkendara, leher Eko yang tak tertutupi helm kena benang layang-layang putus. Karena benang itu cukup tajam, korban terluka parah.
Itu terlihat saat warga mendekat untuk menolong korban. Dari leher Eko darah mengucur deras. Karena kondisi korban sangat mengawatirkan, warga pun membawanya ke puskesmas untuk pertolongan pertama.
Di puskesmas, kondisi Eko semakin kritis. Petugas puskesmas pun membawanya ke RSUD Kanjuruhan. "Dalam perjalanan menuju ke RSUD, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya," kata Kapolsek Sumberpucung AKP Agus Priyo kemarin.
Karena tidak bisa tertolong lagi, polsek lalu menghubungi keluarga korban di Madiun. Selain itu, petugas juga mencari informasi di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari keterangan para saksi di sekitar TKP, Eko jatuh dari kendaraannya karena terjerat benang layang-layang. Saat peristiwa itu terjadi, ada layang-layang putus dan benangnya melintang di jalan. Secara kebetulan, kendaraan Eko melaju dengan kecepatan sedang.
Saat itulah, diduga benang layang-layang mengenai leher Eko. Akibatnya leher Eko mengalami robek yang cukup dalam mirip dengan sayatan senjata tajam. "Dari keterangan para saksi di lapangan korban terjerat benang layangan," beber Agus. (bb/war)
Dikutip dari Jawa Pos Online