Author: Anissa Meuthia Nugrahaeni pada :24 Juli 2008
Info dari Milis sebelah
Saya baru tahu kalau dari pupuk ZA (Zwavelzuur Amonia - Belanda)Ammonium Sulphate)
dapat untuk memproses nata de coco (padahal sayakerja di pabrik pupuk ini sudah
puluhan tahun).
Ini ceritanya; kemarin, saya kebagian jaga stand di Agro & Food Expo di
JCC. Persis di depan stand perusahaan saya adalah stand perusahaan minuman
yang dikemas dalam gelas plastik: ada rasa orange, kopi,teh dan nata de coco.
Selain jual minuman, dia juga jual bahan-bahan kimia (entah apa saja namanya,
saya lupa) tapi salah satunya adalah pupuk ZA. Sebenarnya
saya heran juga, apa korelasi minuman dengan bahan kimia tersebut? Dapat dari mana dia pupuk ZA, wong pabrik pupuk ZA satu-satunya di Indonesia hanya
perusahaan tempat saya kerja.Ketika tahu di stand saya juga dipajang pupuk ZA,
sang boss (cewek) mulai tanya2 kepada saya, bahkan sempat cerita rencana untuk
mendirikan pabrik pupuk ZA.
Sebagai seorang sales promotion yang baik, tentu saya berusaha mencegah semampu
saya agar dia mengurungkan niat untuk mendirikan pabrik tersebut. Tujuan saya
cuma satu: kamu enggak usah jadi pesaing saya, beli saja dari saya. (Bener
nggak?)
Singkat
cerita, setiap hari saya dapat jatah satu gelas gratis nata de coco yang memang
paling saya suka. Demi "hubungan baik", ketika expo bubar, saya beli
satu doz buat oleh-oleh anak saya di rumah.
Nah,ini yang baru saya sadari: setelah itu minuman habis dikeroyok oleh ketiga
anak saya, di malam harinya si bungsu mulai batuk2. Pagi harinya,suhu badannya
meningkat, frekuensi batuk semakin sering disertai bunyi nafas yang grok-grok.
Ketika email ini saya buka, seorang teman yang juga membelikan oleh2 buat
anaknya, saya tanya kemungkinan mengalami hal seperti anak saya. Jawabnya sama
persis, si bungsunya (umurnya hampir sama dengan umur bungsu saya) juga
mengalami hal yang sama.Be careful...
Tahukah
anda bahwa:
1. Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. Namun
ternyata para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan menambahkan
pupuk ZA yang sebenarnya tidak layak untuk food production. Perusahaan besar
seperti Sari Coco, dsb. yang dijual di pasar grosir, mengumpulkan produk dari
pembuat nata de
coco rumah tangga dan lalu mengemasnya menjadi menarik.
2. Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur
kadar Vit. C dalam berbagai buah dan juga produk jadi berlabel "Vitamin
C". Tes dilakukan dengan endophenol yang dari biru akan berubah
putih jika ditetesi Vit. C alias asam karboksilat. Penemuan menunjukkan bahwa jeruk impor lebih banyak Vit. C dibandingkan
jeruk lokal. Beberapa produk komersial seperti minuman kotak, botol dsb
ternyata memakai "sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C
samasekali.
Produk bubuk "N....sari" yang sangat terkenal sedikit lebih canggih.
Mereka menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai
kataalis. C. Artinya memang akhirnya ada vit. C tapi bukan asli Vit. C. Jadi Vit. C
aspal.
3. Es mambo. Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang
hijau santan pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula
samasekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual.
Saya lupa namanya, nama kasarnya biang gula.
4. Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya
untuk tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik yang kuat dan hebatnya
murah meriah. tampaknya bukan ini saja, banyak pembuat limun,sirup,
permen, sosis, dan bahkan kemungkinan masakan kerang di warteg, juga
merah mengandung zat ini.
5. Hampir semua produk mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin. Ini
juga sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dsb. Poin 4 dan 5 saya
ambil dari artikel KOMPAS.
6. Hampir semua pedagang goreng-gorengan (tempe,
tahu,bakwan, pisang,dsb) menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol
berlipat ganda.Kupikir paling aman beli di pagi hari karena mungkin mereka baru
menggorengnya. Ternyata ada yang menyimpan kembali minyak kemaren sore dan
menggunakannya di pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan
dan meyakinkan benar bahwa setiap pagi selalu minyak
baru.
Catatan (*):
Saya sempat cross-check pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de Coco bahwa betul dipakainya bahan campuran pupuk ZA Zink
Amonia) untuk mempercepat proses fermentasi, dengan takaran : 90 litre
air@ 250 ml pupuk ZA.
Ada 4 buah komentar untuk : Bahaya Nata de Coco :
so makan apa donkzz yg aman???
hiks..hiks..hiks..
[bang do] ssttt....... klo berhasil kan lumayan... hihihihi
Leave a reply